Tuesday, June 01, 2004

Variasi Teknik Oral Seks

TEKNIK ORAL SEKS

Sejauhmana Anda mengenal pasangan? Pribadi atau karakter menentukan pengantar ML alias foreplay, dan sukses-tidaknya hubungan intim. Tak ada salahnya menelusuri peta tubuh pasangan, juga menentukan suasana ML yang menyenangkan. Bagaimana menerapkan foreplay sesuai dengan tipe maupun pribadi pasangan Anda!

Profesinya sebagai public relations sebuah hotel berbintang lima ini sangat menyita waktu. Namun demi pasangannya Doni (38, bukan nama sebenarnya) Angie tak pernah menelantarkannya. Angie sangat perhatian dan banyak mengalah untuk Doni yang sudah terjalin 5 tahun lamanya. Hanya saja, akhir-akhir ini Angie merasa lelah bila ML. "Padahal dulunya tak seperti ini. Heran juga sih. Apa mungkin aku terlalu banyak kerja dan bosan dengan keadaan sekarang," ujarnya curhat.

Menurut Wina lagi, pada saat hendak melakukan ML, tampak rasa malas yang ada diwajah masing-masing. Sesuatu yang menggelikan. "Gue ama George ingin bergairah lagi saat mau ML dan juga pasca ML. Kalau boleh jujur kadang gue merasa nggak orgasme. Biasa aja dan lama-lama males banget kalau dia ngajak ML," tutur wanita yang menghabiskan masa remaja dan sekolah di negara Kanguru ini.

Dengan membiarkannya sendiri, sedangkan Anda langsung tidur itu merupakan hal yang paling tidak disukai wanita. Seolah-olah mereka tidak dihargai. Sekali dua kali mungkin tak masalah. Tapi kalau keseringan bisa menumpuk dan menjadi bom waktu masalah.

Sebelum ke tempat tidur, katakan pada pasangan bahwa kondisi Anda dalam keadaan yang sangat capai. Ungkapkan, jangan mendiamkannya lalu memejamkan mata. Ingat wanita adalah mahluk sensitif yang banyak didominasi perasaan.

Ketika memasuki saat-saat ML, menurut Dr Jimmy R Tambunan, bila hubungan cedera lantaran masalah di ranjang, lakukan variasi seks. Variasi seks itu dapat dilakukan dengan mengawali salahnya dengan melakukan oral seks. Tentu saja harus dibersihkan dulu. Jangan sampai aroma yang tak sedap justru membuat suasana makin runyam alias gagal.

"Dengan oral seks justru membantu memasuki tahap penetrasi. Oral seks membantu agar benar-benar siap melakukan ML. Variasi dalam melakukan hubungan seks itu perlu. Oral seks salah satunya, selama pasangan tidak mempermasalahkan," saran dokter kandungan yang berpraktek di klinik ESTI di kawasan Bangka Raya, Kemang, Jakarta Selatan ini.


Indah (25 tahun), karyawati bank swasta ternama, curhat dengan sahabat kentalnya soal urusan intim di tempat tidur dengan mimik malu-malu. "Saya dan suami suka melakukan oral seks sebelum terjun dalam permainan cinta yang sesungguhnya. Masalahnya saya tak suka menelan sperma suami saat dia ejakulasi. Padahal dia sangat suka melakukan hal yang sebaliknya di area intim saya. Apakah ini mempengaruhi kepuasan dia?" tanya Indah sambil tersenyum malu.

Apa sih sebenarnya aturan yang boleh dan tidak bleh dilakukan di tempat tidur terkait dengan adegan 69 ini? Apakah memang ada etik atau aturan tak terkatakan bahwa wanita harus menelan sperma 'yang dimuntahkan' pasangan saat melakukan seks oral? Indah mengaku tak masalah melakukan servis oral untuk 'properti' suami tercinta. Bahkan Irvan, sang suami, memuji Indah sangat lihai dan jago memainkan 'properti'nya agar tetap 'membara'. Tapi karena alasan tak suka menelan sperma suami, begitu Irvan menunjukkan tanda-tanda ejakulasi, buru-buru Indah melepaskan 'properti' Irvan dari mulutnya.

"Saya takut itu akan mempengaruhi kenikmatan yang didapat Irvan, hanya saja dia segan mengungkapkannya," ujar Indah.

Saat melakukan servis oral untuk pasangan, ada sejumlah wanita yang amat suka menelan sperma suami, ada juga yang tidak. "Ini semata hanya masalah pilihan dan selera. Hanya karena Anda tak mau menelan sperma pasangan, bukan berarti Anda tak bisa melanjutkan aktivitas menyenangkan suami secara oral," kata pakar seks.

Namun dari penuturan Indah, terlihat bahwa Irvan tak masalah jika istrinya tak suka menelan sperma yang dimuntahkannya. "Saya kira suami paham jika Anda tak suka menelan sperma yang rasanya memang agak aneh itu," kata Zimmer.

Namun demikian, camkan di pikiran Anda bahwa alasan pasangan ingin Anda menelan sperma saat oral seks (karena sebagian pria merasa amat bahagia jika pasangan melakukannya!) karena level penerimaan dan keintiman saat Anda menelan ejakulasinya. Bukan karena unsur paksaan. Do it for fun!