Tuesday, June 15, 2004

Mengintip Pertualangan ABG Penjaja Cinta

Kecil-kecil, Jagoan Menggaet Pria Hidung Belang

Kecentilan ABG-ABG itu memikat gairah pria hidung belang. Dan siapa tak tergoda ketika senyuman dibalas dengan senyuman nakal nan menggoda. Begitulah gaya cewek-cewek cantik berusia belia yang nongkrong di berbagai tempat keramaian seperti mall, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya. Liputan Kru Investigasi membuktikan faktualisasi itu.

KEBANYAKAN dari mereka berusia antara 16 hingga 19 tahun dan pelajar SMU. Meskipun penampilan mereka--terutama si cewek--terbilang terpelajar, berpakaian trendi, omongan pun sesuai zaman dengan istilah-istilah, malah kadang terlontar kata kekanakan dan manja, akan tetapi ternyata mereka tidak sangat biasa dengan masalah seks.

Dan yang mengejutkan, seks yang mereka bincang dan ketahui adalah seks kalangan dewasa. Bahkan secara bergurau atau serius, mereka mengincar kaum lelaki tua untuk obyek dan subyek seks mereka. Siapa sasaran pada ABG dan apa yang ingin didapat dari para pria lebih tua bahkan telah berkeluarga?

Adalah Susanto, 38 tahun, tergolong salah seorang laki-laki sering berurusan dengan gadis yang ibarat bunga-bunga mekar itu. Sebagai pemilik berbagai jenis usaha di jantung kota ini, jelas ia merupakan orang berduit dengan berpenampilan modis. Maka ketika dia dibilang sebagai 'korban' atau 'sasaran' empuk cewek ABG, laki-laki berkantung tebal dan royal, namun telah beristri dan merupakan ayah dari dua orang anak, ini malah menyambut dengan tawa. Ia memang mengaku acap 'jalan' bersama ABG. Karena itu ia bisa berbicara banyak petualangannya.

"Mereka adalah anak-anak korban jaman. Penampilan dan gaya bicara, mereka upayakan kayak perempuan dewasa. Tetapi, yang nggak bisa ditutupi, pola pikir mereka layaknya anak remaja. Suka bercanda, dan lagi senang-senangnya dandan, nongkrong, dan yang penting, hura-hura. Makanya, mereka lebih berani dalam meminta. Mulai dari minta ditraktir makan, jalan-jalan, ke diskotek, belanja atau minta uang. Karena itu pula, incaran mereka memang laki-laki seusia bapaknya,” paparnya.

Hanya saja, yang mau diraih bukan uang banyak terkumpul, tetapi bagaimana bisa nongkrong bareng teman-teman mereka tanpa keluar uang. Buktinya, nggak sedikit dari cewek ABG itu dari keluarga ekonomi mapan dan baik-baik. “Cuma saja, pergaulan dan kemajuan jaman telah menyeret langkah mereka kepada hal-hal buruk. Yang pastinya, maunya asal hura-hura saja," jelasnya.

Bahkan tak sedikit dari mereka yang karena utamanya adalah hura-hura, mereka lebih suka ke disko dan mengkonsumsi ineks atau shabu-shabu. Baik saat transaksi cinta atau menikmati hasil transaksi tersebut. Ferry, nama samaran, bisa cerita tentang hal ini. Suatu malam Minggu, tertarik permintaan teman kongkownya di sebuah tempat hiburan malam di jantung kota ini. Dengan mudah, karyawan bank dan pengusaha percetakan ini membawa dua ABG, mereka mengaku berusia 17 tahun, untuk diajak jalan-jalan.

"Yang saya heran, mereka tidak berusaha melakukan transaksi. Mereka hanya minta diajak ke tempat hiburan. Ternyata mereka kepingin geleng-geleng. Mereka tampak enjoy. Setelah itu terserah," tutur Ferry yang mengaku menduda ini. Dan malam itu, acara happy-happy berlangsung semarak di kamar hotel. Celakanya, kedua ABG itu mau saja diajak bertukar pasangan dalam satu kamar yang biasa ngetop di dunia barat dengan sebutan seks gangbang. Pesta seks itu berlangsung sampai pagi menjelang. Setelah itu, kedua ABG tersebut minta diantar ke pasar ke terminal oplet dan diberi sangu masing-masing Rp 250 ribu. “Mereka benar-benar menggoda dan bikin penasaran. Makanya sampai sekarang, saya dan kedua ABG itu masih sering ketemu,” katanya sambil tertawa lebar.

Dua pemaparan di atas merupakan bukti trik-trik para ABG dalam menggaet para pria hidung belang berkantong tebal. Ada pulang yang nongkrong di mall, mereka bergaya laiknya cewek-cewek dari kalangan keluarga kaya. Di sanalah, mereka melempar senyuman kepada pria sasaran. Ketika senyum dibalas, mereka membalasnya lagi dengan senyuman yang teramat nakal dan menggoda. “Selanjutnya ya terserah Anda!” papar Syam—juga nama samaran—yang mengaku kerap mendapat cewek-cewek ABG itu secara tak sengaja di berbagai mall di kota ini.

Memang, budaya nongkrong di mall merupakan imbas dari gaya hidup ABG kota besar di Indonesia. Itu memang gaya hidup tak terelakkan yang kini dianut para ABG kita. “Bahkan celakanya saya tak jarang dapat tak sengaja di Taman Alun Kapuas. Jujur saja, mereka awalnya malu-malu tapi butuh. Ketika diajak jalan-jalan, dia tampak agak sedikit segan. Eh, rupanya minta dibujuk. Setelah dibujuk jawabannya….ya..ya..ya..!” kata Syam sambil menirukan iklan alat kontrasepsi.

Soal tarif kencan para ABG, seperti yang pernah dituliskan Kru Investigasi dalam liputan sebelumnya, masih tak jauh berbeda. Tergantung nego yang biasanya dengan tarif awal Rp 300 ribu. Jika pintar membujuk dan menawar, bisa lebih murah lagi. Dan tempat kencan bisa di mana saja, yakni di kamar hotel, di mobil bahkan di kamar-kamar kost cewek bersangkutan. (semua nama samaran-kru investigasi [XXX]