Tuesday, June 15, 2004

Senam Seks untuk Pria

SENAM seks begitu populer si kalangan wanita. Banyak wanita yang melakukan rutinitas senam ini, baik secara pribadi ataupun secara berkelompok. Tujuannya, untuk menguatkan organ-organ kewanitaannya. Karena itulah, banyak yang menganggap kalau senam ini hanya diperuntukkan bagi kaum wanita. Karena itulah, belum banyak pria yang melakukan senam seks.
Ternyata, anggapan yang mengatakan kalau senam seks hanya untuk kaum wanita itu tidak benar. "Senam seks juga bisa dilakukan oleh pria. Senam ini tidak hanya bermanfaat bagi wanita, tapi juga untuk pria," ujar dr Johan Prasetyo SpRM, spesialis rehabilitasi medik dari Surabaya.

Pada prinsipnya, gerakan-gerakan senam seks bertujuan untuk menguatkan otot dasar panggul. Sedangkan otot-otot dasar panggul sendiri mempunyai fungsi. untuk menyangga isi rongga panggul. "Di dalam panggul, tidak hanya terdapat organ-organ intim saja, melainkan organ-organ yang berkaitan dengan saluran kencing maupun pembuangan kotoran," jelas staf medis RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya itu. Jadi, selain untuk menguatkan orgam-organ intim, otot dasar panggul juga berfungsi untuk mengontrol keluarnya urin dan faeces (kotoran manusia).

Dan, hal tersebut tidak hanya berlaku pada wanita saja. "Itu karena pria juga mempunyai struktur otot dasar panggul yang tidak berbeda dengan yang dipunyai oleh wanita. Yang berbeda hanyalah organ kelamin serta saluran kencingnya," jelas alumnus FK Unair ini.

Gerakan-gerakan senam seks untuk pria ini tidak berbeda dengan gerakan senam seks untuk wanita. Secara teori, ada 13 gerakan dasar yang harus dilakukan, baik dengan cara berbaring, duduk, maupun berdiri. "Gerakannya tetap sama. Tidak ada yang berbeda," ujar dokter RS Budi Mulia ini.

Salah satu gerakan senam seks yang paling mudah dilakukan adalah dengan berbaring, kemudian menekuk kedua lutut sekitar 90 derajat, kemudian mengontraksikan otot-otot panggul bawah ke arah depan atas. Kemudian direlaksasikan kembali.

Sebagai tahap awal, gerakan ini bisa dilakukan sebanyak 10 sampai 15 kali tanpa menahan kontraksi. "Setelah kontraksi, langsung direlaksasikan," tambahnya. Tahap berikutnya, gerakan ini bisa dilakukan dengan menahan kontraksi 6-10 hitungan.

Gerakan-gerakan ini, bisa dilakukan sebanyak 5 sampai 10 kali dalam sehari. Setelah cukup terlatih, jumlah latihannya bisa ditingkatkan antara 50 sampai 100 kali gerakan.

Jika rutin dilakukan, gerakan-gerakan senam ini akan meningkatkan kemampuan pria dalam melakukan hubungan seksual. "Ini dapat memperlama kemampuan ereksi pria. Hanya, dibutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai manfaat ini," jelasnya. Selain memperlama waktu ereksi, si pria juga akan mampu untuk menahan keluarnya kencing dengan lebih baik. "Juga kemampuan untuk mengontrol buang air besar," tambah Johan.

Meski gerakan-gerakan senam ini tergolong mudah, namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebagai tahap awal harus dibantu oleh seorang instruktur. "Bisa seorang dokter, fisioterapis, maupun instruktur senam," jelasnya. Setelah mendapatkan contoh gerakan yang benar, untuk selanjutnya senam seks bisa dilakukan sendiri. (wie)