Tuesday, June 15, 2004

Seks Happy Hour, Kencan Singkat Luar Biasa Nikmat

Mengintip Gaya Ngeseks Eksekutif Muda

Menelusuri kehidupan eksekutif muda dalam hunting seks dan kesenangan, membuat bulu kuduk kita berdiri. Ada Happy Hour, fenomena baru bagi kaum eksekutif dan profesional yang sibuk. Benarkah memang untuk pengobat stres? Atau jadi sarana kencan dengan pacar gelap? Simak hasil liputan Kru Investigasi belum lama ini.

WAJAH pria bertubuh atletis itu tampak sumringah. Tubuhnya berkeringat dan terlihat sedikit ngos-ngosan. Dia langsung duduk di meja yang telah tersaji hidangan cukup lengkap. “Sorry man, gue baru saja dari hotel tadi. Kencan ama pacar gue yang SPG. Tidak lama, tapi setengah jam bisa menghapus rindu dan gairah gue,” katanya kepada Kru Investigasi yang sejak tadi sudah menunggu di rumah makan Jalan Imam Bonjol itu.

Olala. Kami pun terbelalak. Tentu ada sesuatu yang bagus untuk diungkap. Lagi-lagi, naluri liputan malam kami mendadak ‘naik’, terpicu informasi yang dia sendiri tak sengaja untuk ceritakan. Kami lantas pura-pura mengajaknya ngobrol beberapa hal. Tapi tetap saja, semuanya berujung pada kisah perselingkuhan sang pria itu dengan pacar gelapnya itu. “Kalian memang pinter memancing informasi,” ujarnya.

Ya, nama pria yang sengaja kami temui di rumah makan itu, sebut saja, Alex. Dia seorang eksekutif muda di sebuah perusahaan bidang mekanik di jantung kota Pontianak. Telah cukup lama kami mengenalnya dalam liputan-liputan resmi. Namun karena dia termasuk pria penggemar dunia malam, maka ada semacam kecocokan yang membuat kami kerap berhubungan dengan sang eksekutif muda yang telah beranak satu ini.

Alex tampak bersemangat usai kencan dengan sang pacar. Dia makan begitu lahap, sama halnya Kru Investigasi yang mulai bergairah karena bakal mendapat informasi terbaru soal gaya ngeseks para eksekutif muda di Pontianak. Selesai makan dan menyedot rokok, Alex bercerita soal sang pacar gelap.

“Dia itu seorang sales promotion girl (SPG, red) sebuah produk top. Hampir enam bulan ini gue pacaran ama dia. Biasalah, hunting kesenangan di sela-sela jam kerja. Kalau di rumah sudah ada istri, maka di luar rumah sudah pasti ada Donna (nama samaran, red),” katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Soal bagaimana proses sampai dia bisa memacari sang SPG yang seksi dan putih mulus itu, cukup panjang. Tapi cerita singkatnya, berawal ketika dia belanja di sebuah mall. Di sanalah, dia mengenal sang SPG dan kemudian terpikat. Beberapa kali di sana dan sengaja tampil parlente, tak sulit Alex berkenalan dan meminta nomor HP sang SPG.

Sejak saat itu, mereka sering makan siang. Lalu, dengan uang yang berlimpah, sang SPG pun terpikat. Terjadi lah kencan singkat, berlanjut ke tempat tidur. “Sudah hampir enam bulan gue sama dia. Agar tak kentara, gue selalu kencan di saat waktu makan siang. Tapi pun, kalau benar-benar kebelet, gue keluar ke kantor sebentar. Nah, kencan tinggal diatur via handphone,” katanya sambil tersenyum simpul.

Gaya ngeseks seperti ini diakui Alex, kerap dilakukan teman-temannya sesama eksekutif muda. Gaya ini memang teradopsi dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya maupun Medan. Dan Pontianak, tidak terlalu terlambat untuk mengadopsinya. Bukti yang jelas, banyak eksekutif muda yang keluar masuk hotel di saat siang, dimana mereka cukup bebas keluar kantor selama 1-2 jam untuk makan siang dan istirahat.

“Gue malah lebih sering makan siang di kamar hotel. Apalagi Donna cewek yang amat romantis. Dia sering nyuapin gue. Abis makan, kita to the point aja,” tandas Alex yang lantas tertawa terbahak-bahak. Soal uang, bagi Alex, tak masalah. Kalo lagi bokek berat, dia terus terang pada sang pacar gelap. Nah, kencan berlangsung di kamar-kamar hotel yang bertarif Rp 60 ribu-Rp 75 ribu per hari.

“Yang asyiknya, karena gue dikejar waktu lantaran harus masuk kantor, makanya kencan ama Donna tak pernah lama-lama. Curi-curi waktu ini yang bikin penasaran. Pokoknya, benar-benar beda tapi menggoda,” katanya.

Nah, itu sebagian cerita dari sang eksekutif muda yang tak pelit informasi kepada kami. Lalu bagaimana gaya eksekutif muda yang lain? Cukup sulit untuk mengungkapnya. Tapi berkat jaringan kami yang sudah tersebar kemana-mana, sedikit demi sedikit rahasia itu terurai. Siapa sangka, pejabat daerah dan provinsi ini pun gemar ber-happy hour.