Tuesday, July 03, 2007

SEKS : MITOS vs FAKTA

Berbicara tentang mitos-mitos seks sangatlah menarik. Karena banyak beredar mitos-mitos seks, dan simpang siur kebenarannya, tapi tak sedikit yang percaya. Yang mana yang mitos, dan mana yang fakta?

LELAKI EKSPAT VS ASIA.

Sore hari di sebuah mal yang terbilang baru berdiri di kawasan Jakarta Selatan terlihat lebih ramai. Tepatnya di salah satu cafe terdengar obrolan dua orang wanita muda yang sedang hangat membicarakan sesuatu. Wanita pertama sebut saja Sandra, berbusana kasual khas anak muda, sedangkan Lita (begitu saja kita sebut) terlihat anggun dalam balutan blazer dipadu dengan rok mini sehingga memperlihatkan kaki jenjangnya.

"Aku kemarin dapat kenalan bule baru, cakep banget. Namanya Alex, masih muda dan dia arsitek dari Inggris. Aduh, aku seneng banget Sandra," pekik Lita girang.

"Wah, asyik dong dapat bule. Selain cakep kamu tau kan kalau cowok bule itu cenderung romantis, nggak kayak cowok Indonesia yang terlalu cuek. Terus kalau bule kan 'itunya', maksud aku ukuran Mr P nya lebih gede ketimbang cowok sini," ujar Sandra setengah berbisik.

Sontak keduanya tertawa lebar mendengar itu.

Sandra kembali menyeruput kopi hot caffe late pesanannya yang tinggal setengah lagi. Sementara Lita mengambil sebatang rokok putih dan menghisap di bibirnya yang merah merekah. Takkan lama keduanya memulai kembali perbincangan mereka seputar lelaki.

"Tapi yang kamu bilang tadi barusan, beneran apa? Kamu tahu darimana? Apa cuma cerita-cerita dari orang-orang doang?" tanya Lita meragukan.

"Menurut yang pernah aku baca di sebuah artikel majalah, seperti itu. Terus dari cerita teman-teman aku yang pacaran sama ekspatriat bilangnya seperti itu," tandas Sandra mantap.

Lita pun mengangguk dilanjutkan dengan menerawang memikirkan apa yang barusan saja mereka perbincangkan. Sandra lantas saja menyambung bahwa apa yang ia katakan adalah benar. Keduanya pun terlibat dalam obrolan yang semakin hangat diantara orang-orang yang lalu lalang di depan cafe di sebuah mal yang tak pernah sepi itu.


LELAKI BERBULU

Sudah tak terhitung berapa banyak lelaki yang hinggap dalam pelukannya. Namun tak satupun yang abadi hingga kini. Terakhir ia menggandeng Ronald -sebut saja begitu-- yang masuk dalam kategori lelaki ganteng versi kebanyakan wanita lainnya.

Setiap ia berjalan di keramaian maupun tempat biasa, semua mata berdecak kagum menatapnya. Hanya dalam waktu tiga bulan kemudian Cyntia (bukan nama sebenarnya) sudah tak jalan bersamanya lagi.

Wanita cantik dan seksi ini sekarang sedang mencari lelaki pujaan hatinya. Entah apa yang dicari oleh wanita yang bekerja sebagai senior Manager Marketing di sebuah perusahaan IT ini. Suatu hari ia pun curhat dengan sahabatnya saat mereka hendak pergi ke salon di waktu weekend.

"Sekarang siapa lagi pacarmu?" tanya Tina penasaran.

"Belum ada sih. Tapi aku lagi nyari lelaki yang seperti kriteria yang aku inginkan," jawabnya cepat.
"Bukannya kemarin yang terakhir sudah masuk kriteriamu. Lantas mau yang gimana lagi?"

"Si Ronald sih cakep, tapi aku kurang sreg dan bergairah soalnya dia tidak punya bulu di daerah dada dan tangannya mulus banget. Aku nggak suka lelaki seperti itu," ungkapnya.

"Memangnya kenapa harus yang berbulu? Aneh banget sih kamu?" tanya Tina kembali terheran-heran.

"Nggak tahu, kenapa? Tapi aku cenderung lebih bergairah sama lelaki yang berbulu soalnya menurut pengalaman aku mereka itu memiliki libido yang tinggi daripada yang tidak punya bulu di dada mereka," papar Cyntia blak-blakkan.

"Ah, itu kan hanya mitos? Masa sih harus percaya sama hal-hal yang kayak gitu," kilah Tina tak percaya.

Sementara Cyntia tak mau langsung menjawab, sembari dilulur wanita muda ini membayangkan saat-saat ia bersama mantan kekasihnya terdahulu dimana ia sangat berkesan dengan bulu-bulu di dada kekasihnya yang lebat itu. Dan suatu hal yang tak pernah ia lupakan, apakah itu hanya dirinya seorang lah yang tahu.

Itulah dua penggal kisah tentang mitos yang hadir di benak seseorang seperti fakta. Seberapa kebenaran mitos seks, ada baiknya menyimak beberapa mitos dan fakta di bawah ini.

  1. Mitos : Ukuran Mr. P lebih besar, seks lebih nikmat. Fakta : Kepuasan seks tidak terletak dari ukuran Mr P. Selama Mr P dapat mengeksplorasi daerah G spot di dalam Mrs V saat berhubungan, maka kemungkinan untuk mendapatkan orgasme lebih besar.

  2. Mitos : Makan kambing, tangkur buaya, membuat pria lebih perkasa. Fakta : Tidak benar. Akan tetapi jika orang yang bersangkutan merasa yakin akan perkasa setelah mengkonsumsinya, maka ada semacam expectancy effect akan keberhasilannya. Sehingga sebagian ada yang merasa sangat tertolong masalah seksualnya dengan mengkonsumsi makanan-makanan tersebut.

  3. Mitos : Wanita yang masih perawan, harus berdarah pada malam pertama.
    Fakta : Seorang wanita dikatakan sudah tidak perawan, apabila selaput daranya robek dikarenakan masuknya penis ke dalam liang vaginanya, dengan atau tanpa perdarahan. Jadi jika tidak berdarah pada malam pertama, belum tentu ia sudah tidak perawan, karena selaput dara itu sifatnya sangat elastis. Sama halnya dengan wanita yang selaput daranya robek bukan karena masuknya Mr. P ke dalam liang Mrs V (misalnya karena kecelakaaan atau olahraga tertentu), maka itu tidak dikategorikan sebagai tidak perawan.

  4. Mitos: Wanita bisa perawan kembali setelah lama tidak berhubungan seks.
    Fakta : Itu salah besar!
    Karena sekali wanita tidak perawan, selamanya dia sudah tidak perawan.

  5. Mitos : Makan nenas dan terong membuat Mrs V 'becek' Fakta : Tidak benar, karena buah nenas dan terong tidak akan menjadikan bertambahnya cairan lubrican karena tidak mengandung hormon testosteron.
  6. Mitos : Jumlah sperma yang kental dan banyak berpotensi besar mempunyai kehamilan atau subur. Fakta : Subur atau tidaknya bukan berdasarkan jumlah sperma yang banyak maupun kental, melainkan kadar air maninya lebih 20 juta per-cc atau 40 juta (setiap ejakulasi) dan pergerakannya sekitar 0,8-1,6 detik per 0,05 mm yang bisa membuahi sel telur.
  7. Sekse Mitos : Badan bungkuk nafsu seksnya besar
    Fakta : Tidak benar!
    Daya seks yang besar bukan berdasarkan bentuk badan seseorang melainkan tergantung hormon yang dimilikinya yakni testosteronnya tinggi atau tidak? Jika hormon testosteronnya dalam jumlah yang besar maka daya seksnya juga besar.

  8. Mitos : Wanita berkumis tipis, libido seksnya tinggi.
    Fakta : Ada benarnya, karena pada wanita yang berkumis memiliki hormon androgen yakni testosteron yang tinggi sehingga memudahkan lubricasi pada Mrs V sehingga wanita ini memiliki libido seks yang tinggi.

  9. Mitos : Lelaki etnis tertentu (Arab, Afrika, Barat) memiliki ukuran Mr P yang besar. Fakta : Lelaki dengan ras atau etnis tertentu memang memiliki ukuran Mr P yang besar dibandingkan dengan lelaki Asia, hal ini dikarenakan faktor gen maupun hormon yang mereka miliki lebih besar daripada lelaki Asia.

  10. Mitos : Mrs V yang 'peret' Makin enak Fakta : Tidak benar! Jika Mrs V peret akibat menggunakan obat-obatan yang membuat cairan lubricant berkurang, justru mengakibatkan wanita mengalami rasa nyeri maupun sakit saat penetrasi.

  11. Mitos : Menelan atau meminum sperma membuat awet muda. Fakta : Tidak benar! Sebab sperma yang berkualitas sangat tergantung pola kehidupan dan gizi juga kebersihan pribadi lelaki. Jadi tidak semua sperma itu baik atau memiliki protein yang tinggi. Belum ada bukti kebenaran minum sperma membuat seseorang awet muda.

  12. Mitos : HIV/AIDS hanya menular di kalangan homoseksual dan pekerja seks komersial.
    Fakta :
    Siapa bilang? Siapapun bisa tertular HIV/AIDS. Virus ini menular lewat hubungan intim yang tidak menggunakan kondom, transfusi darah, air mani, dan ASI.

  13. Mitos : Wanita tidak akan hamil saat pertama kali berhubungan seks.
    Fakta :
    Selama wanita itu dalam masa kesuburan, saat pertama kali berhubungan seks juga bisa hamil.

  14. Mitos : Wanita yang belum menstruasi tidak mungkin bisa hamil.
    Fakta : Dua minggu sebelum menstruasi pertama, wanita sudah berada dalam masa subur dan bisa hamil jika mengalami pembuahan.

  15. Mitos : Cara aborsi yang aman adalah minum obat pelancar haid, memakai celana sangat ketat, dan makan buah nenas.
    Fakta :
    Semua aborsi itu tidak ada yang aman, apalagi tanpa pengawasan dokter. Bisa-bisa malah mengakibatkan infeksi.

  16. Mitos : Aborsi bisa menyebabkan kanker payudara.
    Fakta : Menurut National Breast Cancer Coalition di AS, aborsi sama sekali tidak berpengaruh terhadap kanker payudara. [RURY/POPULAR]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
dr. Silvia Werdhy Lestari
Lantaran budaya kita seks masih merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, akhirnya mitos seks menjadi lebih berkembang. Juga dikarenakan rendahnya pengetahuan tentang seks, tidak adanya pendidikan seks dan kurang komunikasi ajaran seks dari orangtua ataupun guru.

Sehingga banyak yang mencari tahu tentang seks dengan cara mereka sendiri seperti bertanya dengan teman yang notabene belum tentu pengetahuannya benar.

Kebenaran itulah yang mesti dijelaskan oleh para ahli maupun seksolog. Berikut ini Dokter Silvia memberikan penjelasan tentang mitos dan faktanya.

Benarkah Mr P yang melengkung punya sensasi yang berbeda dengan bentuk yang biasa?
Kalau kaitannya dengan kemampuan menimbulkan orgasme, ya, sama saja. Tapi kalau dari segi sensasinya beda, ya, bisa saja, tergantung pasangannya apakah bentuk Mr P yang seperti itu sesuai dengan fantasinya atau tidak.

Apakah ada mitos yang bisa diterima secara logika? Apa saja?
Tergantung dari sejauh mana pengetahuan orang yang menerima mitos seks tersebut, tingkat pendidikan dan lingkungannya. Kalau tingkatnya 'biasa-biasa' saja, ya, pasti dengan mudahnya mitos tersebut diterima baik oleh logikanya.

Benarkah mitos itu semata-mata sebuah mitos yang tidak ada kebenarannya?
Mitos merupakan informasi yang tidak benar tetapi beredar luas di masyarakat dan diterima serta dianggap benar oleh masyarakat. Sebenarnya mitos itu tidak sepenuhnya salah, ada juga yang berkembang dari pengetahuan yang 'setengah' benar, akan tetapi lama kelamaan karena beragamnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat, maka penyampaiannya juga bermacam-macam, hingga semakin berkembang dan menjamurlah mitos yang notabene merupakan informasi yang salah itu.

Orang yang berbulu lebat (tangan dan dada) apakah benar daya seksnya tinggi?
Pertumbuhan bulu di badan dipengaruhi oleh hormon testosteron. Nah, hormon ini ternyata juga mempengaruhi hasrat seksual alias libido itu. Jadi orang yang banyak bulunya umumnya libidonya juga tinggi, tapi kalau potensi seksualnya belum tentu tinggi juga. Banyak faktor yang mempengaruhi potensi sekual selain libido.

Sejak kapan mitos itu ada? Dan latar belakang muculnya mitos itu apa?
Mitos sudah ada mungkin sejak semakin bertambahnya jumlah manusia di dunia ini, dengan kata lain sudah lama. Sebabnya karena pendidikan dan pengetahuan masyarakat yang bermacam, faktor lingkungan yang berbeda, faktor agama dan budaya yang menonjol, menyebabkan mitos berkembang.

Khusus mengenai mitos seks, karena menurut budaya kita seks masih merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, akhirnya mitos seks menjadi lebih berkembang. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan tentang seks, tidak adanya pendidikan seks dan kurang komunikasi ajaran seks dari orangtua ataupun guru.

Sehingga banyak yang mencari tahu tentang seks dengan cara mereka sendiri seperti bertanya dengan teman yang notabene belum tentu pengetahuannya benar bahkan sama tidak tahunya dengan dirinya, dari stensilan ataupun VCD porno.

Ada yang hanya dengan jempol kakinya diisap sudah orgasme, apa ini termasuk mitos?
Hmm.. saya jadi ingat seorang pasien yang dipijat oleh tukang pijat buta, bisa mengalami orgasme juga. Mungkin begini, setiap orang memiliki fantasi yang berbeda-beda, dari yang halus sampai kasar, dari yang sederhana sampai kompleks.

Nah, jika karena sentuhan/pijatan atau hisapan tersebut memicu fantasi yang selama ini terpendam, menjadi timbul dan menimbulkan rangsangan tertentu dan cukup, maka bisa saja orgasme itu terjadi. Tapi ini jarang sekali, lho! RURY